Menanti



“Ka, apa ini hari sial ku?”
“Haha, tak ada hari seperti itu sayang. Itu hanya pikiran mu saja.”
“Tapi ka, hari ini aku merasa semuanya buruk.”
“Semua pasti ada sebabnya.”
“Maksud kaka?” Kaka pergi begitu saja.
“Kaka, kaka?”
“Adik manis, kaka pergi sebentar ya.”
“Kaka mau kemana?”
“Kaka mau beli sesuatu. Kaka akan segera kembali.”
                Tak ku sangka, hari itu benar-benar hari sial ku. Sampai saat ini kaka tak pernah kembali.
“Sekarang sudah malam mimi. Kenapa kaka belum pulang?”
“Guk, Guk.”
“Anjing pintar, apakah kau mengerti apa yang ku katakan? Aku beruntung memiliki mu, mimi.”
“guk guk guk guk guk.”
“Hahaha, kau lucu sekali.”
“mimi, aku mengantuk dan kenapa kaka belum pulang? hoam”
Malam itu, aku menunggu kaka hingga tertidur didekat mimi. Saat bangun pun kaka tak ada, dia tidak kembali.

“Yui, antarkan pesan ini ke meja no.5!”
“(Diam)”
“Yui? Yui, Yui?”
“Ah, iya, maafkan aku melamun.”
“Ada apa Yui? Tak biasanya kamu melamun.”
“Tak apa, aku hanya merasa lelah.”
“Kalau begitu kenapa tak ambil cuti saja, biar aku yang gantikan.”
“Tak usah, itu akan meropatkan mu, Gin. Aku sungguh tak apa.”
“oh ayolah, kamu benar-benar butuh istirahat. Hari ini, aku punya banyak waktu luang.”
“Baiklah, aku ambil cuti hari ini, tolong ya Gin. Maaf merepotkan.”
Gin itu teman kecil ku, dia begitu memahami ku dan aku beruntung memiliki Gin.

                Hari ini, umurku bertamah menjadi 20 tahun dan 12 tahun sudah kaka meninggal kan aku.
“Aku pulang.”
“guk guk guk”
“haha kau menunggu ku mimi?”
“guk guk guk guk”
“ini untuk mu, mimi. Hari ini kau makan enak ya.”
“gukgukguk”
“Apa yang kau lakukan mimi? Kenapa kau menarik ku? Ini kamar kaka, kita tidak boleh masuk kamar ini!”

“Selamat ulang tahun Yui, adik kecil ku.”
“Kaka? Apa ini benar kau ka?”
“ya ini kaka. Kau sudah tumbuh besar sekarang.”
“Kaka kemana saja selama ini? Hiks hiks, aku menunggu mu.”
“Maafkan aku, Yui. Banyak hal yang harus ku jelaskan.”
“Apakah kaka akan pergi lagi?”
“Tak akan, kaka akan selalu disisi mu. Maafkan kaka, sudah meninggalkan mu sendiri.”
“gukgukguk”
“bersama mimi tentunya, hahaha”

                Kaka kembali, harapan ku terkabulkan. Kaka kembali dengan banyak kejutan. Kaka mengajak ku dan mimi pindah kerumah yang besar. Sekarang kaka punya perusahaan yang cukup besar. Aku tenang ada didekat kaka. Dan Gin, akhirnya menyatakan perasaannya. Kini aku, Gin, dan kaka serta ka Aoi, kaka memiliki pacar ternyata, tentu bersama mimi hidup dengan keberuntungan. Hari-hari sial telah berakhir.

Komentar

Postingan Populer