Harapan
Balasan ku,
Kini kita telah jalani, selalu ku nantikan kabar darimu. Ingin rasanya untuk menjagamu memastikan kamu baik baik saja.
Sebelum ini, ku selalu menjaga jarak. Sungguh aku bukan lah orang yang benar benar pede dengan wanita. Walau pun kamu tau ku selalu ada di depan orang banyak, tapi ini memang benar benar baru untuk ku. Membuat ku sedikit grogi.
Ini masih baru, ku kan buat ini seperti kita pertama bertemu dan ku terus beranggapan ini baru. Rasa cemas yang sangat menghantui ku membuat begitu khawatir tentang mu.
telepon atau terkadang video call, hanya itu cara yang paling mudah untuk ku dekat bersamamu.
Aku telah persiapakan hal yang memang mendekati larangan TUHAN. Ketika itu ku terus berfikir keras memintaNYA memperjelas ini. Rasa yang aneh yang membuat ingin bersamamu. Ini memang terdengar geli untuk mu. Namun, ku bukan orang yang pintar dalam menyembuyikan sesuatu. Hanya berharap aku dan kamu selalu dalam lidunganNYA.
Ku selalu bilang diriku ini "Jelek" hal yang begitu menganggumu. Dengan bersamu aku tidak lah jelek ketika berpenampilan rapih dengan sedikit sentuhan modis. Aku tahu, aku "Ganteng" (hehe), tapi gantengnya engga membuat fitnah. Jadi, gantengnya nga keliatan hehe...
Kagum, awalnya rasa itu timbul akan hadirnya dirimu. Aku pun sama begitu sederhana. Aku pun takut, takut tak ada yang bisa membuatmu bangga tentangku. hanya berharap TUHAN menghendaki ini, bejalan semestinya baik dan bisa membuatmu bahagia.
Kamu selalu mengingatkan ku, akan apapun yang menjadikan ku begitu pelupa. Kutipan yang teringat darimu, " Bahagin mamah dulu". Itu pun selalu ku fikir kan bagaimana cara untuk bahagiakan mamah. Hadirnya kamu buat semangat baru. Ingin rasanya membahagiakan kalian.
Aku pun SUKA, caramu membuat mengerti tentang ku. Caramu memahami dan memperhatikan ku.
Maaf, ku bukan lah penulis yang baik, rasa ingin membalas pesan tersurat darimu yang mengerakan jari jemari ku.
Salam maco ku (ˆ⌣ˆ)
Komentar
Posting Komentar