Memilih
Ditengah malam,
Tiba tiba saja, iya benar tiba tiba.
Benar aku tak menduganya, tak miliki niatan pada awalnya. Hanya ingin mengingatkan tidur malem itu nga baik loh. Perjumpaan itu ternyata tidak hanya satu kali, berlarut larut di malam berikutnya dan berikutnya lagi.Walau pun bukan pertemuan secara langsung, melainkan perjumapaanlewat media sosial.
Aku kagum dengannya, dari tulisan tulisannya, cara ia menyapaku. Aku tak yakin dengan diriku yang pas pasan, tak ada yang bisa dibanggakan.
Ketika masa kian berlalu, kan mucul banyak dan lebih banyak lagi hal baru yang lebih sulit untuk dipahami.
Menumpuk masa, seperti halnya dedauan kering ditumpuk menjadi satu. Terkadang terlihat sebagai sesuatu yang tak penting, namun sekian lama daun itu tertumpuk lama lama menjadi pupuk. Tak jauh beda dengan kita yang menumpuk jati diri.
Kadang memang perlu kebijakan, sudah kah ku juga bijak memutuskan hal ini?
Hal yang begitu umum dan sangat ditentang, namun bijak bukan berarti hanya memutuskan suatu hal.
Bagaimana kita menjalani apa yg telah kita putuskan dengan kebijakan yg telah kita pilih.
Sulit kalo kita harus selalu bijak dengan apa yg ada.
Bersikap adil? emmmmm......
Banyak hal yang belum kita tau untuk dimengerti, berputar putar yah. ya itu lah hidup yg terus berputar. Cara kita menikmati saat di atas mau pun di bawah, seperti naik wahana kincir raksasa. Senang saat di atas bisa melihat segalanya dan harus berputar ke bawah untuk mengakhiri kesenangan sesaat begantian dengan orang lain.
Berfikir dan terus berfikir, kita coba berfikir berapa fikiran yg ada di dunia, berapa manusia yang ada mereka semua berfikir dengan kehendak Sang Pencipta.
Maasyaa Allah
Terdengar rancu yah,
Kalo kaum muslim di Indonesia sendiri hal yang menakjubkan dan fantastis, lebih terbiasa mengunakan kata Subhannallah. Padahal kan arti kata itu untuk mensucikan dari hal hal yg tidak pantas. Sedangkan Maasyaa Allah memilikiarti semua hal ini atas kehendak Allah SWT.
contohnya,
A: “Saya sudah lulus ujian”
B: “Selamat ya, Masya Allah”
hehe sedikit lebih tau yah, jangan sampai terbalik ya ^_^
Hal yang lalu biar lah berlalu, bukan bearti kita melupakan masa lalu kan?
Hanya terjadi sekali, masa lalu yang indah pasti kan teringat selalu malah pengen banget bisa terulang lagi.
Masa lalu yg telah citakan kita saat ini.
Bagaimana kita selalu dapat tersenyum disaat ini dan selalu tersenyum.
Biarlah kalo mau manyun sama aku aja, yang lain berikan senyummu.
Kamu sungguh lebih pandai, menjaga dan menyimpan perasaan.
Beda banget...
BAWEL haha
Tak apa lah, biarkan aku yg meluapkannya kamu yang simpan dan dijaga sama sama
Saling mengingatkan berusaha untuk melengkapi.
Baru itu aja yangku bisa.
kan selalu berusaha ada untukmu
Komentar
Posting Komentar