Untuk mamah,


            Mah hari ini, hari-hari menjelang puasa. Entah bulan puasa keberapa kulaluin tanpa mu. Mengenang mu membuat hati ini pilu. Hanya aku kah yang masih mengenang mu? Tersengguk dengan kenangan menjejal dikepala ku.
            Aku merasa kau terus melihat ku, mengawasi ku. Bersama Tuhan, kau memelihat ku melakukan semuanya. Perbuatan dosa dan baik ku. Menjaga ku saat malam tiba. Mengelus ku dikala aku tertidur pulas. Ini menakutkan tapi ini menenangkan ku disaat bersamaan.
            Mah, jika kau mendengar ku. Aku ingin katakan, maaf ku. Maaf untuk menjadi anak yang tak tahu diri. Yang selalu menyusahkan mu hingga kini.
            Banyak hal yang ingin ku Tanya pada mu. Aku masih berandai-andai, jika kita masih bersama. Apa yang akan terjadi? Mungkin aku tumbuh dengan dengan normal.
            Semakin hari, semakin bulan, semakin tahun terlewati tanpa mu. Aku merasa hampa. Rindu dengan mu. Rindu dengan ucapan mu, kasih mu. Banyak hal yang ku lalui dengan masalah. Dan ketika itu melanda aku selalu mengingat mu. Mengingat mu bagaimana kau memeluk ku. Merayu ku untuk tersenyum. Kini hanya tersisa rindu. Penyesalan. Dan tangisan. Mah, kapan kira aku dapat menyusul mu? Apa kah kau mau menunggu ku disana? Aku harap kau menyambut ku dengan senyuman dan pelukan hangat mu kelak waktunya tiba.
            Aku hanya bisa bertahan dengan memeluk diri ku sendiri.
            Semoga kau bahagia disisi Tuhan sang pencipta, Allah SWT. Aamiin…

Komentar

Postingan Populer